Asal Muasal Kata Gorden dalam Bahasa Indonesia

hasil pemasangan gorden dari ianinterior
Gorden rumah minimalis ianinterior.co.id

Siapa yang tak mengenal gorden? Kain khusus yang digantung pada pintu dan jendela rumah ini memang sepertinya sudah menjadi aksesori wajib. Tak hanya sebagai hiasan, gorden ini bermanfaat untuk menghalangi sinar matahari yang masuk ke rumah pada siang hari, dan menjaga orang luar melihat ke dalam rumah pada malam hari. Seperti halnya taman tanpa bunga, jendela atau pintu juga akan terasa kurang cantik tanpa gorden.

Tidak cukup dijadikan aksesori rumah, saat ini gorden juga banyak dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Seperti pentas seni di panggung hiburan, dekorasi pernikahan, dan yang lainnya. Beragam model gorden pun tersedia dan dapat dengan mudah kita temukan di pasaran. Mulai dari motif, corak, harga, bahan, semuanya tinggal pilih sesuai kebutuhan.

Tak hanya disebut “gorden,” sebagian besar masyarakat Indonesia juga menyebutnya dengan “hordeng” atau “tirai.” Dalam bahasa Inggris sendiri, “gorden” dilabeli dengan sebutan “curtain.” Jika ditelaah dari asal-usul katanya, kata “gorden” memang bukan merupakan serapan dari bahasa Inggris. “Gorden” dan “curtain,” sedikit mirip tentu saja, namun “rasa bahasanya” masih lain. Lalu, dari mana sebenarnya kata “gorden” itu berasal?

Sebelum membahas asal muasal kata gorden, ada baiknya kita mengenal sejarah gorden terlebih dulu. Nah, pada zaman dulu, penduduk asli Amerika Utara memanfaatkan kulit binatang yang disamak untuk dijadikan gorden. Mereka menggantungnya di jendela atau pintu rumah. Pun karena bahan dasarnya adalah kulit binatang, maka tirai pada zaman dahulu masih kaku dan kurang nyaman digunakan.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan kain gorden ini untuk dijadikan tenda. Dengan rancangan pintu sedemikian rupa, gorden yang terbuat dari kulit binatang tersebut didesain menyerupai gorden lipat, agar mereka bisa dengan mudah keluar masuk tenda. Gorden pada zaman dulu juga bermanfaat untuk menyaring debu dan kotoran agar tak masuk ke tenda.

Seiring perkembangan industri tekstil dunia, maka produksi selimut dan tirai pun turut maju dan berkembang pesat. Setidaknya, Tiongkok, Persia, dan India yang merupakan negara-negara pelopor industri tekstil dunia, berhasil membawa pengaruh ini ke setiap rumah-rumah di Eropa dan Amerika.

Semasa Perang Salib berlangsung, para pedagang tekstil pun membawa contoh tenun (termasuk tirai atau gorden) dengan kualitas terbaik ke Eropa. Sejak saat itu, selama beberapa abad, banyak negara-negara di Eropa seperti Belanda, Italia, Perancis, dan Inggris terus meningkatkan kualitas produksi tekstilnya. Sejatinya, orang Barat banyak mengadaptasi selera kain mereka dari budaya Timur.

Pada abad pertengahan, saat harga barang masih melambung tinggi, tak banyak orang bisa membeli kain untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Hanya orang dari kalangan menengah atas saja yang mampu memilikinya. Kain pada saat itu masih merupakan barang mewah. Baru pada Zaman Renaisans, saat orang-orang mulai sadar dengan privasi rumahnya, mereka memanfaatkan kain tekstil untuk dijadikan gorden.

Lalu, bagaimana asal muasal kata “gorden” dalam bahasa Indonesia? Ya, “gorden” yang kita kenal sekarang merupakan serapan dari kata berbahasa Belanda, “gordijn,” yang artinya tentu saja “tirai.” Kita tentu ingat bahwa bangsa Indonesia pernah “diasuh” lama oleh Belanda. Sehingga apa yang menjadi budaya Belanda (termasuk bahasanya) secara tidak langsung juga memengaruhi bahasa Indonesia itu sendiri. Tentang cerita bagaimana kata “gordijn bisa berubah menjadi “gorden,” hal tersebut sebenarnya murni karena pelafalan orang Indonesia saja.

Tak hanya “gorden,” beberapa kata dalam bahasa Indonesia juga banyak diambil dari bahasa Belanda, mulai dari “brug” (Jawa: jembatan), “handuk,” dan “dosen.” Nah, itu dia sedikit cerita mengenai asal muasal kata gorden dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini akan semakin menambah khazanah pengetahuan kita semua.

Inilah Lima Alasan Kenapa Anda Harus Memilih Roller Blind Sebagai Tirai Jendela

Roller Blind Ianinterior.co.id
Roller Blind Ianinterior.co.id

Dewasa ini, kita mengenal jenis roller blind dari keberadaannya yang umum ada di ruang-ruang perkantoran, apartemen, restoran, serta area publik lainnya. Namun tahukah Anda, bahwa roller blind rupanya bisa diaplikasikan pada ruangan di dalam rumah?

Tak bisa diingkari, memilih jenis tirai sesungguhnya tergantung pada preferensi pemilik ruangan. Meski begitu, tetap ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam memilih tirai yang sesuai, fungsional, dan tentu saja menambah nilai estetika. Karenanya, sebelum Anda memulai untuk memilih atau justru membeli jenis roller blind, berikut adalah lima alasan roller blind cocok bagi tirai jendela rumah Anda.

  1. Mudah Dicari

Anda bisa menemukan penjual roller blind di mana saja, baik secara offline maupun online. Namun ada baiknya Anda mengukur panjang, lebar, luas, serta tinggi jendela terlebih dulu, sebelum  melakukan pemesanan. Nah, bagi Anda yang masih bingung atau ragu-ragu, bisa juga menggunakan jasa layanan konsultasi dengan jaminan garansi mencapai lima tahun.

  1. Mudah Digunakan

Roller blind—populer dengan sebutan tirai gulung—merupakan jenis tirai dengan sistem menarik/menggulung ke atas dan ke bawah. Saking mudahnya, ada beberapa sistem gulung yang bisa Anda coba, di antaranya:

  1. Sistem rantai (chain system)— menaik-turunkan kain roller blind dengan menariknya menggunakan rantai. Dibagi lagi ke dalam beberapa cara, yakni endless chain (rantai tanpa sambungan), one touch (rantai cukup ditarik sedikit), dan lain sebagainya.
  2. Sistem tanpa rantai—bertumpu pada per yang mampu menggulung dan menahan kain roller blind secara otomatis. Dibedakan menjadi sistem per (tali), dan sistem motor (remote control).
  3. Fungsional

Tak hanya berfungsi sebagai penutup jendela, penggunaan roller blind sendiri memang dikhususkan untuk mengontrol efek negatif sinar/panas matahari yang masuk ke dalam ruangan. Pasalnya, pasokan sinar matahari yang berlebihan sering kali berpotensi menjadikan ruangan terasa panas hingga merusak perabot di dalam ruangan, seperti alat-alat elektronik dan furnitur.

Khawatir ruangan menjadi gelap dan berisiko lembap? Jangan khawatir, sebab ada beragam pilihan bahan roller blind yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, seperti dimout (bisa menghalau sinar matahari hingga 90%; cocok digunakan untuk ruangan yang membutuhkan pencahayaan dari luar, seperti ruang kantor, lobi hotel, maupun ruang keluarga); black out (bisa menghalau sinar matahari hingga 100%; cocok digunakan untuk ruangan yang tidak membutuhkan pencahayaan dari luar ruangan, seperti meeting room, dapur, atau kamar mandi), dan lain sebagainya.

  1. Memberi Kesan Elegan

Aplikasi roller blind dinilai cocok bagi konsep ruangan yang modern dan minimalis. Apalagi, sifatnya pun praktis dan fleksibel (bisa menjadi pelindung sinar matahari, pembatas ruangan, hingga elemen dekorasi). Di Indonesia sendiri, roller blind sendiri lazim digunakan di gedung perkantoran atau rumah tinggal berukuran luas.

  1. Perawatan yang Mudah

Kelebihan dari penggunaan roller blind adalah bentuknya yang tidak memakan banyak ruang, serta kemudahannya dalam perawatan. Hal ini didukung oleh beragam jenis material kain yang hampir seluruhnya tahan terhadap kotoran (cairan), seperti minyak, saus, dan lain sebagainya. Bahkan, beberapa kain pun bisa kedap sinar matahari dan tahan pudar.

Roller blind Anda kotor? Tenang. Tak perlu repot untuk membersihkannya, sebab Anda hanya perlu mengelapnya menggunakan lap basah, atau menyedot debu dan kotoran dengan menggunakan vacuum cleaner. 

Tak harus selalu diaplikasikan pada gedung perkantoran atau ruang-ruang publik, sebab lima alasan roller blind cocok bagi tirai jendela rumah Anda ini turut membuktikan bahwa Anda tetap bisa mengaplikasikannya di dalam ruangan di rumah. Jangan lupa pula untuk tetap menyesuaikan berbagai elemen roller blind, mulai dari pilihan warna, bahan, motif, harga—dengan kebutuhan ruangan di rumah Anda.

 

Incoming search terms:

Mengapa Harus Menggunakan Vertical Blind Sebagai Tirai Jendela? Inilah Lima Alasannya!

Vertical Blinds ianinterior.co.id
Vertical Blinds ianinterior.co.id

Memilih jenis blind yang sesuai sebagai penutup jendela memang gampang-gampang susah. Apalagi, bila Anda menginginkan jendela untuk bisa berfungsi secara maksimal; yakni sebagai penyalur sinar matahari, ruang sirkulasi udara, sekaligus penghilang stres.

Tak bisa diingkari, ada kalanya cahaya yang masuk jadi terlalu besar. Hal ini berdampak pada suhu ruang yang menjadi panas, berikut risiko kerusakan sejumlah perabot. Memang hal ini bisa disiasati dengan menggunakan gorden. Namun aplikasi gorden sendiri belum dirasa tepat, sebab kerap terjadi gorden justru menutup sinar matahari, sehingga ruangan menjadi gelap dan lembap.

Dalam kasus ini, sangat disarankan untuk memilih blind sebagai jenis tirai yang mampu mengakomodasi tujuan tersebut. Di sini, Anda bisa menggunakan vertical blind sebagai solusinya. Berikut adalah lima alasan menggunakan vertical blind sebagai tirai jendela.

  1. Praktis

Vertical blind adalah jenis tirai yang tersusun dari bilah-bilah vertikal. Tirai jenis ini sangat populer digunakan, terutama untuk ruang-ruang perkantoran, kafe, hingga rumah sakit—sehingga Anda pun bisa dengan mudah menemukan penjualnya dan membelinya. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau dan pas di kantong.

  1. Elegan dan Minimalis

Sama seperti jenis horizontal blind, vertical blind dinilai cocok untuk memunculkan kesan elegan pada konsep ruang minimalis. Tak hanya itu, karakteristik susunan vertikal/lurus ke bawah juga menjadikan ruang terlihat tinggi—tentu saja tanpa harus mengubahnya.

Adapun terdiri dari pilihan warna dan ragam, vertical blind sendiri bisa membuat ruangan menjadi lebih ramai, nyaman, dan segar, tanpa harus terlihat norak. Tak hanya itu, vertical blind juga bisa memberikan kesan formal, dan kerap digunakan sebagai penutup jendela hotel, apartemen, ruko, rumah sakit, ruang sekolah, dan lain sebagainya.

  1. Mudah Dipasang

Telah diketahui sebelumnya, penggunaan vertical blind pada ruangan yang memiliki jendela lebar bisa membantu mengurangi masuknya sinar matahari ke dalam ruangan tersebut.  Hal ini ditambah dengan cara pemasangan vertical blind yang tergolong mudah dan cepat. Tak perlu waktu lama, Anda bahkan bisa memasang satu unit vertical blind berukuran 2×3 meter dalam waktu sekitar 30 menit!

Secara penggunaan, vertical blind dibuka/ditutup dengan cara menggesernya menggunakan bantuan seutas tali. Ada dua cara pengaturan vertical blind, yakni menggunakan tali (untuk menggeser bilah-bilah ke kiri dan kanan), dan rantai (untuk merotasi masing-masing bilah secara vertikal; yakni sebesar 180 derajat). Harus diketahui pula, idealnya vertical blind dipasang pada jendela berukuran lebar dan tinggi maksimal enam meter.

  1. Banyak Pilihan

Ada beragam jenis vertical blind yang bisa Anda pilih. Meski dari segi warna, vertical blind didominasi warna-warna netral, seperti cokelat, putih, maupun krem—Anda tetap bisa memilih warna lain, tentunya tetap disesuaikan dengan konsep ruangan dan besar/kecil jendela yang dimiliki.

Dari segi bahan dan material, vertical blind umumnya terbuat dari kain, kanvas, polyester/fiber glass, hingga material lain yang bisa tahan terhadap lengkung dan cuaca. Tak hanya itu, Anda juga bisa memilih jenis bahan bergantung pada ketahanannya terhadap sinar matahari, seperti bahan standar (sinar matahari masih dapat masuk), atau bahan black out (sinar matahari tidak bisa masuk).

Adapun dari segi motif, terdapat beragam pilihan motif yang bisa Anda pilih, mulai dari motif elegan, motif mewah, motif klasik, motif minimalis, dan lain sebagainya.

Itulah empat alasan untuk menggunakan vertical blind sebagai tirai jendela. Memang umum diketahui, penggunaan vertical blind hanya sebatas gedung-gedung perkantoran, hotel, restoran, dan tempat publik lainnya. Namun, seiring perkembangan desain, kini Anda juga bisa mengaplikasikan fungsi vertical blind untuk kebutuhan ruang rumah Anda. Selamat mencoba!

 

 

Incoming search terms:

Inilah Harga Vertical Blind Sharp Point Tahun 2016

Harga Vertical Blind Sharp Point Tahun 2016

Selain mudah, tahan lama, dan praktis, salah satu penyebab mengapa vertical blind populer digunakan adalah karena harganya yang terjangkau. Vertical blind—jenis tirai dengan bilah-bilah yang disusun secara vertikal ini memiliki fungsi utama, yakni sebagai penutup jendela sekaligus pengatur cahaya matahari yang akan masuk ke dalam ruangan. Itulah sebabnya, pada umumnya vertical blind dibuat dari bahan yang kuat, seperti alumunium, polyester/fiber glass, serta kayu—yang tak jarang dilapisi oleh material khusus agar tahan terhadap cuaca dan antilengkung.

Terdapat beragam motif dan warna yang bisa kita pilih dan sesuaikan dengan bentuk ruangan, meski mayoritas vertical blind cenderung didominasi dengan warna-warna netral dan motif polos. Anda bisa memadupadankan vertical blind dengan konsep desain ruang, misalnya modern-minimalis.

Dalam prosesnya, Anda tetap perlu merencanakan dana pembuatan blind. Tujuannya, agar pengeluaran nantinya tidak melampaui bujet. Sebagai tolok ukur, berikut adalah harga vertical blind sharp point tahun 2016 yang bisa Anda ketahui. Sharp point sendiri, banyak dipilih karena faktor kualitas dan harga yang sangat terjangkau.

DIM OUT

SERI 80                                                                      Rp162.000,00/m2

SERI 88                                                                      Rp207.000,00/m2

SERI 202, 707, 9002                                                Rp207.000,00/m2

SERI 303, 505, 606                                                  Rp241.000,00/m2

SEMI BLACK OUT
SERI 5444, 5438, 5448, 8370                                 Rp250.000,00/m2

BLACK OUT
SERI 6044, 6045, 6028                                            Rp259.000,oo/m2

SERI 200, 6055, 6066, 6029                                   Rp302.000,00/m2

SERI PROJECTOR SCREEN                                   Rp310.000,00/m2

SERI 3003 SB/ BO                                                    Rp392.000,00/m2

SERI 200 Print BO                                                    Rp416.000,00/m2

SOLAR SCREEN
SERI 2600, 4000                                                      Rp359.000,00/m2
SERI view, 500, 510, 811                                         Rp405.000,00/m2
SERI HZ, VW, 920S, 47HT                                     Rp405.000,00/m2

SERI ART PATTERN/APJ/APP                             Rp754.000,00/m2

SERIES ALUMUNIUM COATING                         Rp966.000,00/m2

NATURAL ART

SERI CCM, Zeto                                                        Rp535.000,00/m2

SERI PP, PR, PJ                                                        Rp482.000,00/m2

FERRARI

SERI Ferrari S86, 96, 99                                          Rp1.100.000,00/m2

SERI Ferrari S93, 92, Fire SK20, 86S LOW E     Rp1.520.000,00/m2

DICKSON

SERI Dickson Orrchestra, Acrylic Yam                   Rp659.000,00/m2

Sumber: https://www.ianinterior.co.id/jual/blind/vertical-blind/

Lebih lanjut, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membeli vertical blind, yakni:

  1. Ukuran

Sebelum membeli, hitung panjang (tinggi), lebar, serta luas jendela terlebih dulu. Harus diingat, di sini minimal pemesanan adalah satu meter. Ini berarti, lebar dan tinggi yang kurang dari satu meter akan tetap dihitung satu meter.

  1. Warna

Anda bisa memilih warna yang serasi (bisa turunan dari warna dominan), atau sekaligus kontras dengan ruang. Sebagai acuan, Anda bisa memilh warna dari elemen-elemen yang ada dalam ruang, seperti cat dinding atau material/furnitur, seperti meja, sofa, dan lain sebagainya.

  1. Corak

Polos maupun bercorak, ada baiknya untuk terlebih dulu disesuaikan dengan konsep atau kesan yang ingin Anda hadirkan di dalam ruangan.

  1. Jenis Material

Ada beragam jenis material yang bisa Anda pilih. Misalnya, soal ketebalan dan kemampuan vertical blind dalam menghalangi sinar matahari yang masuk. Sesuaikan pula dengan konsep dan tujuan ruang, misalnya ingin membuat ruangan terkesan lebih tinggi.

  1. Waktu

Terdapat waktu yang harus Anda tunggu untuk perakitan.

  1. Waspadai Sharp Point Palsu

Berhati-hatilah akan jaminan keaslian. Sekalipun berharga murah, jangan langsung percaya. Kini banyak terdapat pemalsuan yang hampir tidak bisa dibedakan dengan sharp point asli. Sebaiknya Anda membeli vertical blind sharp point di tempat-tempat yang tepercaya.

  1. Garansi

Garansi pada produk vertical blind hanya berlaku untuk komponennya saja, tidak untuk penggantian bahan blind yang telah rusak.

Itulah penjelasan mengenai harga vertical blind sharp point tahun 2016 berikut hal-hal yang harus Anda pertimbangkan dalam membeli vertical blind.

 

 

 

 

Incoming search terms:

Mengenal Blind; Jenis Tirai Penutup Nan Elegan dengan Berbagai Varian

Mengenal Blind; Jenis Tirai Penutup Nan Elegan dengan Berbagai Varian

Sebuah jendela—apapun bentuknya, belumlah lengkap tanpa tirai.

Tirai atau gorden, memang telah lama digunakan sebagai penutup jendela rumah; hingga bangunan. Awalnya, pembuatannya pun sangat sederhana—yakni berupa kain polos. Namun, seiring berkembangnya fungsi tirai, baik sebagai penutup jendela, pengontrol masuknya sinar matahari, hingga fungsi estetis (dekorasi ruangan), kini telah ada beragam jenis tirai, baik dari segi bentuk maupun ornamen yang bisa kita gunakan, salah satunya: blind.

Di Indonesia, berdasarkan bentuknya, blind populer dengan sebutan kerai. Berbeda dengan jenis tirai lain, blind cenderung kaku dan bisa difungsikan maksimal dalam mengontrol cahaya matahari. Nah, untuk pembahasan lebih lanjut, berikut adalah beberapa jenis blind yang perlu Anda ketahui.

  1. Roller Blind
Roller Blind Ianinterior.co.id
Roller Blind Ianinterior.co.id

Tirai/kerai penutup jendela bersistem gulung; populer dengan sebutan tirai gulung. Untuk membuka, menutup, atau hanya menggunakannya sebagian—ada dua cara yang bisa dipakai, yakni secara manual (ditarik menggunakan tali/gerendel), dan otomatis (remote control). Bentuknya sendiri dinilai simpel. Karenanya, dinilai cocok bagi Anda yang doyan nuansa minimalis dan elegan.

Soal bahan, roller blind ini bisa tersusun dari banyak pilihan kain, seperti katun, kanvas, kulit, dan sebagainya. Biasanya, untuk menampilkan kesan elegan dan formal, motif bahan yang dipilih berwarna polos. Namun, Anda tetap bisa menggunakan jenis bahan yang bermotif/bercorak sesuai selera.

  1. Roman Blind

    Roman Shade Ianinterior.co.id
    Roman Shade Ianinterior.co.id

Disebut juga dengan tirai lipat. Penggunaannya sendiri dinilai cocok diaplikasikan pada ruangan yang tidak terlalu besar; dengan model jendela yang kecil dan panjang. Meski begitu, untuk menghindari tirai mengerut atau justru melengkung, disarankan untuk mengaplikasikan roman blind pada jendela dengan lebar tak lebih dari 1,25 meter.

  1. Horizontal Blind

    Tirai Venetian Blind Ianinterior.co.id
    Venetian Blind Ianinterior.co.id

Merupakan tirai berbentuk sirip tipis yang disusun secara horizontal. Pada umumnya, horizontal blind terbuat dari bahan alumunium, kayu, kain, dan polyester—yang memang dedesain secara khusus untuk menutup jendela dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Sebagai gambaran, Anda bisa menemukan kerai jenis ini pada kebanyakan kafe, kantor, ruang kerja, hingga rumah tinggal.

Adapun kelebihan dari penggunaan horizontal blind, adalah ketika Anda bisa mengatur masuknya cahaya matahari—dengan mengatur bukaan sirip yang terletak di bagian samping tirai. Nah, tirai jenis ini cocok sekali digunakan pada jendela panjang, dengan lebar yang kecil—khususnya, untuk mengimbangi bentuk jendela sehingga tak terlihat tinggi.

  1. Vertical Blind

    vertical blinds ianinterior.co.id
    vertical blinds ianinterior.co.id

Berbeda dengan horizontal blind, vertical blind sendiri berbentuk sirip vertikal—yang berfungsi untuk mengontrol cahaya matahari, sekaligus mengurangi panas ruangan saat siang hari. Dari segi estetika, vertical blind juga digunakan untuk memberi kesan agar ruangan tidak tampak terlalu pendek.

Cara penggunaannya sendiri bisa dibuka atau ditutup (digeser), menggunakan rantai yang ditarik, atau stik (terhubung dengan seutas tali) yang tergantung di bagian atas. Terdapat pula beragam bahan yang bisa Anda pilih, seperti kain, kanvas, kertas, dan lain sebagainya.

  1. Wooden Blind

    wooden blind
    wooden blind

Sebagian besar dari kita mengenali wooden blind dari bahan bakunya, yakni kayu. Memang tak salah. Sebab mayoritas wooden blind—yang terbentuk dari susunan bilah-bilah yang rapi—berbahan dasar kayu. Meski begitu, sebetulnya tak semua wooden blind berbahan dasar kayu, lho, melainkan juga dari plastik, alumunium, atau karet.

Itulah lima jenis blind yang bisa Anda ketahui. Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan bila diaplikasikan pada ruangan dengan bentuk maupun ukuran tertentu. Nah, bagi Anda yang tertarik, Anda bisa mencari penjual tirai jenis ini, baik secara online maupun offline. Apalagi, kini tersedia motif dan bahan dasar yang bisa Anda padu padan, sesuai kebutuhan dan selera. Selamat berkreasi!

 

Incoming search terms:

Lima Alasan Horizontal Blind Cocok Sebagai Tirai Jendela

horizontal blinds ianinterior
horizontal blinds ianinterior

Ruangan yang sehat bergantung pada dua syarat, yakni: kecukupan cahaya serta sirkulasi udara yang baik. Itu sebabnya, mutlak hukumnya sebuah ruangan harus memiliki jendela. Sayangnya keberadaan jendela tak selalu menjamin fungsi itu terpenuhi. Sering kali terjadi, jendela besar justru membuat cahaya matahari yang masuk jadi berlebihan. Akibatnya, bukan hanya membuat ruangan jadi terasa panas, perabot ruangan seperti alat elektronik hingga furnitur pun jadi rawan rusak.

Untuk mengatasinya, kita menggunakan gorden atau tirai. Namun pemakaian gorden pun masih dirasa belum tepat bagi beberapa ruangan. Karenanya kita mengenal blind sebagai salah satu jenis penutup/tirai jendela. Dalam prosesnya, blind sendiri dibagi ke dalam beragam jenis, yang tentu saja memiliki keunggulan satu sama lain. Artikel ini akan membahas horizontal blind berikut alasan penggunaannya. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut, berikut adalah lima alasan horizontal blind cocok sebagai tirai jendela.

  1. Simpel dan Elegan

Horizontal blind adalah tirai jendela berbentuk bilah-bilah tipis yang disusun secara horizontal. Biasanya banyak dipakai di gedung-gedung perkantoran, khususnya pada luasan jendela yang tidak begitu besar.

Dari sejarahnya, tirai jenis ini pertama kali diproduksi dan didatangkan dari Tiongkok. Dahulu, horizontal blind terbuat dari bambu yang dipotong tipis, disusun, dan digunakan dengan cara ditarik ke atas dan ke bawah. Namun, kini, Anda bisa menemukan horizontal blind yang terbuat dari beragam bahan (alumunium, kayu, dsb.), juga beragam motif dan warna.

Penggunaan horizontal blind sendiri dinilai simpel dan cantik. Tak perlu macam-macam, aplikasi horizontal blind pada jendela ruangan, bisa menghasilkan nuansa yang elegan dan modern. Bentuk ini dinilai sangat cocok dalam memberikan karakter kuat ruangan, berikut sangat ideal jika diaplikasikan pada jendela kecil dan tinggi.

Memang, bahan penyusunnya yang terkesan kaku membuatnya jadi terkesan kaku. Namun, hal itu bisa disiasati dengan lebih kreatif mengolah motif dan bahan.

  1. Efektif Mengontrol Cahaya Matahari

Bilah-bilah horizontal pada horizontal blind memungkinkan Anda lebih mudah dalam mengontrol besaran cahaya matahari yang akan masuk ke dalam ruang. Caranya, Anda hanya perlu menaikkan atau menurunkan bukaan bilah—sesuai dengan besaran cahaya yang diinginkan.

  1. Material yang Kuat

Meski berbentuk bilah-bilah tipis yang disusun memanjang, jangan salah, bahan penyusun horizontal blind merupakan material yang kuat dan tahan beragam kondisi, seperti karat. Anda bisa memilih material alumunium, kayu, hingga kertas. Namun, karena material yang ada cukup berat, disarankan untuk mengaplikasikan horizontal blind pada jendela dengan ukuran maksimal tinggi 1,5 meter dan lebar dua meter.

  1. Mudah Dibersihkan

Cara perawatan horizontal blind tergolong mudah. Untuk membersihkannya, Anda hanya perlu mengelapnya dengan kain kering; atau bisa juga dengan kain basah yang dicelupkan ke dalam air.

  1. Mudah Digunakan

Umumnya, horizontal blind digunakan dengan dua sistem pengaturan, yakni menggunakan tali (untuk menggulung bilah-bilah ke atas), dan tongkat (untuk merotasi masing-masing bilah secara horizontal—yakni sebesar 180 derajat). Namun, ada pula beberapa jenis yang dilengkapi dengan sistem motorized yakni menggunakan remote control.

Itulah lima alasan mengapa horizontal blind cocok sebagai tirai jendela. Tak selalu memberi kesan kaku, kini horizontal blind sendiri memiliki beragam pilihan warna dan motif yang menarik. Anda bisa memilih sekaligus memadukan bentuk, motif, dan warna horizontal blind sesuai selera dan kebutuhan interior ruangan Anda.

Cara Mencuci Gorden yang Benar

Cara Mencuci Gorden yang Benar Yang Biasa di Praktekkan

Inilah cara mencuci gorden. Jika gorden Anda kotor, maka otomatis rumah Anda juga akan terlihat kotor. Itulah mengapa membersihkan gorden dan merawatnya adalah hal yang harus Anda lakukan secara berkala. Sayangnya, membersihkan gorden tak semudah mencuci baju yang bisa Anda lakukan kapan saja. Perlu adanya cara khusus agar gorden bersih namun juga tidak rusak. Berikut cara membersihkan gorden yang benar.

  1. Bersihkan Secara Berkala
gorden
gorden

Mungkin gorden bukanlah baju yang Anda pakai ke mana-mana hingga mudah sekali kotor. Meski demikian, gorden bisa kotor karena debu atau Anda tak sengaja mengusapkan noda di kainnya. Itulah mengapa gorden perlu dibersihkan minimal tiba bulan sekali. Lebih dari itu gorden akan menjadi semakin kotor dan noda di kainnya akan susah untuk dibersihkan. Jika Anda ingin gorden yang selalu nampak bersih dan noda cepat hilang, maka bersihkan sebulan sekali dengan cara yang tepat tentunya.

  1. Jangan Asal Mencuci, Perhatikan Bahan dan Model Gorden

Anda jangan asal membersihkan gorden begitu saja. Coba perhatikan bahan apa yang digunakan untuk gorden. Lalu perhatikan juga bentuk gorden. Beberapa bahan tak bisa dicuci manual seperti cara Anda mencuci pakaian. Untuk bahan yang tipis, Anda tidak bisa mengucek atau menyikatnya dengan kasar. Selain itu Anda juga harus memerhatikan di mana gorden akan dijemur. Beberapa jenis gorden bisa mengalami pemudaran warna jika Anda menjemurnya di bawah terik matahari siang. Itulah mengapa gorden perlu dijemur di tempat yang tak terkena cahaya matahari langsung.

  1. Bersihkan Dahulu Noda atau Debu Sebelum Dicuci

Cara ini sering sekali tidak dilakukan saat akan membersihkan gorden. Biasanya Anda akan langsung mencucinya dengan deterjen agar bersih, tanpa membersihkan noda atau debunya dahulu. Mencuci gorden tanpa membersihkan nodanya terlebih dahulu akan membuat kotoran kadang masih menempel dan tidak mau pergi. Apalagi jika gordennya sangat lebar, kita juga kadang susah membersihkannya. Itulah mengapa saat masih kering, debu dan noda lebih baik dibersihkan terlebih dahulu.

  1. Jangan Lupa Melepaskan Semua Pengait
gorden
gorden

Gorden tipe lipit-lipit biasanya memiliki semacam besi di ujungnya yang terkait di rollet atau batang gorden. Saat akan mencuci, copot semuanya agar besi tidak merusak kain saat dicuci. Hal ini juga dilakukan agar tangan Anda tidak terluka terkena gesekan besi.

  1. Jika Mencuci Menggunakan Mesin, Perhatikan Kapasitasnya

Beberapa dari Anda mungkin malas mencuci gorden secara manual menggunakan tangan. Itulah mengapa Anda mencucinya dengan mesin cuci. Tapi sebelum melakukannya, coba perhatikan kapasitas mesinnya, ya. Jangan sampai mesin tak mampu mencuci dengan baik dan akibatnya gordennya jadi tidak bersih. Selain itu, memaksakan mencuci dalam kapasitas banyak juga bisa merusak mesin cuci dan juga gordennya secara bersamaan. Jadi lebih baik mencuci perlahan-lahan meski harus mengulang 2-3 kali.

  1. Bawa ke Laundry

Jika Anda tidak ingin mendapatkan risiko kain gorden rusak, atau mesin cuci Anda mengalami gangguan, lebih baik Anda membawa gorden ke laundry yang bisa membuat gorden Anda jadi nampak baru lagi. Anda pun juga lebih hemat waktu daripada mengurus gordengorden yang akan menjadi berat saat dicuci.

Demikianlah enam cara mencuci gorden yang bisa Anda lakukan. Semoga dengan rutin mencuci gorden, rumah Anda jadi terlihat lebih indah dan membuat tamu yang datang terpesona dan nyaman.

Incoming search terms:

Tren Model Gorden Terbaru

Seperti halnya gadget dan pakaian, gorden juga memiliki tren tersendiri. Di masa lalu, gorden dengan tipe mewah selalu diincar banyak orang. Namun sekarang, tren itu telah bergeser. Orang-orang lebih memilih gorden-gorden yang minimalis namun tetap elegan jika dipandang. Mereka menyukai sesuatu yang sederhana dan berorientasi pada fungsi gorden sebagai penghalang cahaya. Seperti model gorden terbaru di bawah ini!

  1. Roller Blind
roller blinds ianinterior
roller blinds ianinterior

Roller blind sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan bambu yang disusun dan sering ditaruh di depan rumah. Jika cahaya terlalu banyak masuk, rangkaian bambu bisa dibiarkan memanjang ke bawah. Jika ruangan jadi gelap, maka tinggal digulung ke atas.

Akhirnya terciptalah gorden roller blind yang biasanya menggunakan dim out (menahan cahaya hingga 90%). Gorden jenis ini mulai banyak digunakan untuk kantor, rumah, atau ruangan apa pun yang membutuhkan sesuatu yang minimalis. Jika Anda ingin gorden minimalis tapi tetap cantik, roller blind bisa menjadi pilihan.

  1. Vertical Blind
vertical blinds ianinterior
vertical blinds ianinterior

Vertical blind biasanya menggunakan kain yang hampir sama dengan roller blind. Bedanya hanya cara mereka menghalangi cahaya matahari yang masuk. Vertikal blind biasanya memiliki semacam tali yang jika ditarik akan membuat gorden terbuka ke samping. Jika kita tak menginginkan cahaya terlalu banyak masuk ke ruangan, maka cukup tarik kembali talinya, dan gorden otomatis tertutup.

Vertical blind awalnya banyak digunakan untuk menutup kaca jendela di kantor atau gedung bertingkat. Namun sekarang, hampir semua rumah menggunakan model gorden ini. Konsepnya sederhana, namun fungsinya banyak, inilah yang menjadi alasan kenapa banyak orang beralih ke model vertical blind ini.

  1. Horizontal Blind
horizontal blinds ianinterior
horizontal blinds ianinterior

Serupa tapi tak sama, itulah yang bisa kita katakan untuk gorden horizontal blind dan vertical blind. Jika vertical blind membuka dan menutup ke samping, maka horizontal blind membuka dan menutup ke atas. Secara fungsi, kedua gorden ini sama-sama menghalangi cahaya yang masuk ke dalam ruangan hingga 90% jika memakai kain jenis dim out.

Horizontal blind banyak sekali dipakai di rumah-rumah atau apartemen. Biasanya horizontal blind menggunakan kain dengan motif yang polos. Mengenai warna, bisa disesuaikan dengan interior ruangan tempat gorden akan dipasang. Untuk memberikan aksen unik biasanya horizontal blind memiliki pola yang bersambungan antar sambungan kain. Saat gorden ditutup pola atau gambar akan nampak. Fungsinya jadi mirip wallpaper.

  1. Gorden Blackout dan Semi Blackout
gorden ianinterior
gorden ianinterior

Gorden dengan bahan blackout sangat digemari oleh banyak orang saat ini. Kemampuannya untuk menahan cahaya hingga 100% membuat gorden blackout menjadi tren gorden terbaru. Gorden blackout bisa dibuat dalam berbagai jenis model. Mulai dari yang sederhana dengan rel pada bagian atas, hingga dibuat dalam model Eropa yang elegan.

Namun apa pun modelnya, konsep yang diusung tetap sama, yaitu menahan semua cahaya dari luar untuk masuk ke dalam ruangan. Jika Anda masih menginginkan ada cahaya yang masuk, maka jenis semi blackout masih bisa dipilih. Kain jenis ini masih memasukkan cahaya ke dalam ruangan meski sedikit. Gorden dengan model-model ini cocok ditaruh di tempat-tempat yang tak membutuhkan cahaya, misalnya di kamar tidur.

Itulah empat model gorden terbaru yang saat sedang menjadi tren. Dari empat model di atas dapat disimpulkan jika mayoritas gorden-gorden yang jadi tren adalah tipe minimalis. Orang tak lagi memburu gorden mewah untuk dipasang pada rumah-rumah mereka. Omong-omong, gorden mana yang akan Anda pilih?

Ciri Khas Gorden Minimalis

gorden minimalis ianinterior
gorden minimalis ianinterior

Gorden minimalis telah menjelma menjadi sebuah tren yang hampir semua orang pasang di rumah. Model-model seperti Eropa yang sangat mewah mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu berlebihan. Gorden yang lebih minimalis dan menitikberatkan pada fungsi dipilih karena sesuai dengan tren dan ramah di kantong.

Berikut beberapa ciri khas dari gorden minimalis yang disukai banyak orang itu:

  1. Motif Polos

Gorden minimalis sangat jarang memiliki motif pada permukaan kain yang digunakan. Motif polos dengan warna kalem seperti putih, biru muda, dan hijau, sering digunakan untuk menutupi jendela di rumah ataupun kantor. Motif polos dipilih karena gampang sekali menyatu dengan ruangan. Artinya, gorden tidak akan nampak mencolok dan mengganggu desain interior ruangan secara menyeluruh.

Motif-motif yang terlalu mewah dan penuh aksen di atasnya dipandang terlalu berlebihan. Gorden, secara fungsi, memang hanya untuk mencegah cahaya matahari masuk ke dalam ruangan. Jadi lebih baik memilih motif polos, sederhana, namun memenuhi semua fungsi yang dibutuhkan. Gorden minimalis yang polos ini juga lebih murah, hingga Anda tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam.

  1. Jenis Kain yang Dipakai Menahan Cahaya Matahari

Gorden-gorden yang dulu menjadi tren sering sekali memakai bahan kain yang mewah. Seperti kain satin yang mengilap dan halus. Atau kain sutra yang sudah pasti harganya selangit. Padahal secara fungsi kain ini tak begitu bisa menahan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Itulah mengapa saat ini jenis kain penahan cahaya matahari banyak dipilih.

Kain jenis blackout, dim out, dan semi blackout telah hadir untuk memenuhi kebutuhan gorden kedap cahaya. Kain jenis blackout mampu menahan cahaya hingga mendekati 100%. Artinya, ruangan benar-benar bisa menjadi gelap. Jenis dim out dapat menahan cahaya hingga 90% dan sering digunakan untuk jendela kantor. Terakhir jenis semi blackout mampu menahan cahaya hingga 80%, artinya ruangan masih memiliki sedikit cahaya.

  1. Model yang Digunakan: Jenis Blind

Gorden minimalis banyak menggunakan model blind yang mudah mencegah semua cahaya matahari masuk ke dalam ruangan. Model ini memiliki beberapa 3 tipe, antara lain:

  • Tipe grind blind yang bisa digulung ke atas dan ke bawah. Kain yang biasanya dipakai adalah jenis dim out.
  • Tipe selanjutnya adalah vertical blind yang bisa membuka dan menutup ke arah atas.
  • Terakhir tipe horizontal blind yang mampu menutup dan membuka ke ke arah samping.

Selain tipe blind, ada juga tipe minimalis yang menggunakan tipe gantung atau cincin yang mudah digeser.

  1. Mudah Dilepaskan dan Dibersihkan

Gorden minimalis biasanya mudah sekali dilepas. Semua orang di rumah Anda bisa melepas dan memasangnya lagi setelah dibersihkan. Gorden jenis lama yang terlalu banyak aksen mewah biasanya susah dicuci, bahkan gampang rusak. Memilih gorden minimalis akan memudahkan Anda dalam hal perawatan.

  1. Memiliki Kesan Sederhana Tapi Elegan

Gorden minimalis selalu terlihat sederhana saat dilihat. Bahkan Anda kerap tidak sadar jika benda itu adalah gorden. Kemampuannya menyatu dengan ruangan membuat gorden minimalis benar-benar layak untuk diburu lalu dipasang di rumah. Kesan sederhana pada gorden minimalis benar-benar tidak murahan. Bahkan jika dipandang baik-baik, justru akan menambah kesan elegan.

Itulah lima ciri khas dari gorden minimalis yang saat ini telah menjadi tren. Jadi, bagaimana dengan gorden di rumah Anda? Sudahkah diganti dengan jenis minimalis ini?

 

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Gorden

bahan gorden ianinterior
bahan gorden ianinterior
bahan gorden ianinterior
bahan gorden ianinterior

Hampir semua jenis kain, baik polos maupun yang memiliki pola, bisa digunakan untuk gorden. Namun kita juga harus memerhatikan fungsi dari gorden yang kita pasang. Apakah nantinya gorden dipasang untuk pemanis rumah saja atau untuk menghalangi cahaya yang terlalu silau dari luar. Untuk mengetahui fungsi dari gorden, alangkah baiknya jika Anda tahu jenis-jenis bahan gorden terlebih dahulu. Berikut uraian selengkapnya.

  1. Blackout

Blackout adalah jenis kain yang mampu menghalangi semua cahaya matahari yang masuk. Gorden jenis ini sangat cocok dipasang untuk kamar dan juga ruang tamu. Serat-serat pada kain tipe blackout membuat sinar matahari tak mampu menembusnya. Bahkan dikatakan sebagai kain anti ultraviolet.

Kain blackout saat ini mulai menjadi tren dan banyak diburu orang. Mengenai model, kain blackout bisa dibentuk menjadi aneka macam gorden, mulai dari lipit-lipit, minimalis, hingga yang ada motif tertentu. Mengenai harga, kain blackout relatif lebih mahal dari jenis lain. Namun sebanding dengan kemampuannya untuk menahan cahaya matahari yang banyak mengandung sinar ultraviolet.

  1. Dim out

Dim out adalah jenis kain yang mampu menahan sinar matahari hingga 90%. Artinya sinar matahari benar-benar tidak masuk ke dalam ruangan. Bahan dim out saat ini banyak sekali digunakan untuk membuat gorden jenis roller blinds. Gorden ini bisa digulung ke atas atau dibiarkan melebar ke bawah sesuai dengan kebutuhan.

Bahan dim out lebih banyak berpola polos, seperti putih, biru muda, atau warna cerah lainnya. Rumah-rumah dengan desain minimalis lebih banyak menggunakan bahan dim out karena akan menambahkan kesan elegan. Jika Anda memburu gorden yang minimalis, maka dim out dengan roller blinds adalah pilihan yang sangat tepat.

  1. Semi blackout

Kain semi blackout hanya menahan cahaya matahari sekitar 80%. Artinya ruangan masih memiliki sinar meski hanya sedikit. Kain jenis semi blackout ini biasanya dipasang pada ruangan kerja, ruang baca, atau ruang keluarga. Jika Anda menginginkan ruangan yang tak terlalu gelap saat siang hari, maka kain jenis semi blackout ini bisa dijadikan pilihan yang tepat.

Kain semi blackout memiliki beberapa pola meski kebanyakan adalah polos. Untuk orang-orang yang menginginkan gorden yang indah biasanya mereka memberikan pola yang disukai. Misal pola figur anime, bunga, atau mungkin pola abstrak. Kain jenis ini bisa dibuat menjadi gorden minimalis atau pun dibentuk-bentuk ala Eropa yang mewah.

  1. Bahan Lokal

Selain tiga bahan yang menahan sinar matahari di atas, bahan-bahan lokal juga kerap digunakan untuk membuat gorden. Salah satu bahan yang sering digunakan adalah kain satin yang halus. Biasanya kain ini memiliki permukaan yang sangat lembut dan jika dipandang dari kejauhan akan mengilap. Kain jenis ini biasanya digunakan untuk gorden yang mahal. Model-model seperti Eropa kerap menggunakan jenis kain satin karena menambah aksen mewah.

Kain lace juga kerap digunakan untuk membuat gorden. Biasanya kain ini tidak begitu rapat pada susunan benangnya. Kain lace banyak digunakan berbagai vitrase atau bagian tengah gorden yang membiarkan cahaya masuk ke dalam ruangan jika memang dibutuhkan.

Terakhir adalah bahan sutra yang sudah jelas sangat mahal. Kain ini sering digunakan untuk gorden ruangan untuk menambah kesan lembut dan mewah.

Keempat bahan gorden di atas bisa Anda pilih sesuai dengan fungsi dan selera Anda. Jika Anda ingin gorden untuk menahan sinar matahari, tiga poin teratas bisa jadi pilihan. Namun jika ingin gorden yang mampu mempercantik ruangan, bahan lokal seperti satin dan sutra bisa dijadikan pilihan. Selamat memilih gorden!

Incoming search terms: